Lelaki Matang yang Elegan, Dinamis, dan Moderen

Dia lelaki matang. Dengan segala pertimbangan dalam hidupnya, ia memutuskan untuk menjadi seorang lelaki matang. Bukan kelewat matang. Bukan juga setengah matang. Tetapi lelaki matang. Pas. Tidak lebih, tidak juga kurang.

Lelaki matang ini kerap mempersoalkan norak atau tidaknya seseorang atau sesuatu hal jika dibandingkan dengan dirinya. Kematangan adalah masalah serius baginya. Dan kenorakan sama sekali tidak mencerminkan kematangan. Maka, demi kematangannya, ia menahan diri, sekuat tenaga yang ia punya, untuk tidak menjadi norak. Seperti kebanyakan orang, menurutnya, termasuk saya.

Lelaki matang ini sering berbicara mengenai tiga aspek dalam hidupnya, yaitu elegan, dinamis, dan moderen. Baginya, ketiga kata itu adalah sakral. Kata kunci untuk dapat menunjukkan kematangannya. Dan ketiga kata sakral ini harus selalu dijunjung tinggi, agar orang-orang di seluruh dunia tahu, bahwa ia tidak main-main dengan keputusannya untuk menjadi seorang lelaki matang.

Maka, setiap kali ia berbicara pada saya, ia selalu menekankan bahwa seorang lelaki matang haruslah elegan, dinamis, dan moderen. Jangan tanyakan saya maksud pernyataannya itu. Tanyakan saja langsung pada lelaki matang itu.

Saya kurang tahu jelas kapan akhirnya ia memutuskan untuk menjadi seorang lelaki matang. Matang yang pas. Bukan kelebihan atau pun kekurangan. Yang jelas, saat ia berbicara, ia selalu dan selalu menekankan bahwa ia adalah tipikal lelaki yang sudah dapat berpikir dengan tingkat kelogisan yang memenuhi standar, juga kesabaran yang dimiliki seorang lelaki yang telah mencapai kematangan di dalam bertindak dan bersikap.

Dia, selalu menjaga reputasinya sebagai seorang lelaki yang memiliki kematangan yang pas. Menjaga prinsip. Menjaga tingkah. Bahkan menjaga selera musik agar tidak terbawa arus. Menjaga keidealisannya sebagai seorang manusia dan seorang lelaki matang.

Tapi sayangnya, lelaki matang ini tidak tahu. Bahwa saat dia mengatakan bahwa ia seorang lelaki matang, berarti ia siap menjadi terlalu matang untuk jangka waktu 5 taun ke depan. Yang menunjukkan bahwa ia sudah terlalu tua untuk lelaki seusianya.

Salam elegan, dinamis, dan moderen.

Dan ya, salam juga untuk Sudirman Rasyidin.

Bukan. Ini bukan foto lelaki matang yang saya maksud.
Kenapa harus foto Johnny Depp? Simpel. Karena bagi saya, Johnny Depp adalah simbol kematangan bagi seorang laki-laki



P.S: Apa kamu tertarik pada kematangan lelaki matang ini? Hubungi saya untuk mendapatkan info lebih lanjut.

0 komentar:

Posting Komentar