Selalu Ada Kesempatan Kedua


Tidak ada yang salah dengan dunia maya. Berbagai anggapan mungkin dirasa. Kadang bisa dibarengin keseriusan, kadang murni hanya tersirat candaan.  Manusia sekarang lebih bebas memilih, ingin menjalin hubungan di dunia nyata, atau malah merasa lebih nyaman di dunia maya. Tapi, pada akhirnya, semua harus dibawa lari ke nyata. Karena apa? Karena kita manusia, punya wujud dan bisa merasa, juga meraba. Butuh pengakuan secara fisik dan kasat mata. Butuh keyakinan dari lisan juga tatapan. Bukan hanya membaca dari berderet huruf apik terangkai sempurna. Bukan. Kita manusia, gestur tubuh pun sarat makna.

Masa lalu yang menyeramkan, wajah yang kurang mendukung, bahkan sifat kurang percaya diri. Banyak hal mengapa dunia maya menarik begitu banyak minat orang-orang untuk berkutat, berinteraksi, berkomitmen, bahkan meraih rezeki. Tidak ada yang salah. Sungguh.

Saya bertemu beragam sifat manusia, strata sosial, kondisi keluarga, bahkan latar belakang hidup di dunia maya. Media-media sosial menjadi wadahnya. Dan saya mendapati, tidak ada yang salah dengan diri mereka. Hanya saja, terkadang, penilaian yang sudah terlampau buruk melekat akibat pekatnya masa lalu menjadi penghalang. Lalu merasa rendah diri, tidak pantas.

Itulah gunanya Tuhan mengajarkan kita ikhlas dan rendah hati. Tidak ada yang sempurna di dunia. Bahkan, ketika masa lalu yang kelam dijadikan alasan utama untuk mencemooh diri sendiri, manusia sudah terlalu jauh melampaui kasih sayang Tuhan. Ada kesempatan kedua, Tuhan menjanjikan, untuk memperbaiki diri. Tidak ada yang terlambat, bahkan bertobat sebelum ajal menjemput masih diterima oleh-Nya. Jadi, kenapa harus merasa terlalu nista di hadapan para manusia?

Ketika niat untuk menjadi lebih baik ada, percayalah, selalu ada jalan yang dibuka oleh Tuhan.


0 komentar:

Posting Komentar