KCK (Kemilau Cinta Kamela) Coming Soon!

Berapa banyak dari kalian yang suka nonton sinetron? Pasti banyak yang menjawab enggak lepel nonton sinetron. Tapi coba ditanya berapa banyak yang suka nonton serial Korea? Pasti sebagian besar pada ngacungin telunjuk.

Berapa banyak dari kalian yang addicted, suka, atau minimal pernah tau sinetron bertajuk KCK atau Kemilau Cinta Kamila yang pernah tayang di RCTI? Banyak? Sedikit?

Well, ada begitu banyak alasan kenapa akhirnya kita bisa tahu ada sinetron berjudul KCK di RCTI. Contohnya saya, karena di rumah saya ada tv dan Ibu saya setiap malam selalu nonton sinetron, walaupun secara marathon, maksudnya, gitu iklan di satu channel, maka beliau langsung beralih ke channel lainnya. Saya jadi tahu bahwa di Indonesia ini ada sinetron dengan judul Kemilau Cinta Kamila.

Tapi, saya secara pribadi, entah kenapa kurang menyukai sinetron ini. Bukan berarti saya penggila sinetron. Seandainya disuruh milih antara KCK dengan Cinta Fitri berseason-season, sepertinya saya akan cenderung memilih Cinta Fitri. Kenapa? Karena remote dikuasai Ibu saya dan beliau lebih suka memencet tombol 111, untuk channel Indosiar, yang menayangkan Cinta Fitri berseason-season. Thanks God, untuk sementara udah selesai itu sinetron. Tapi, oh God… kenapa harus ada sinetron lainnya yang berjudul Antara Cinta Dan Dusta? Memberikan opsi lain bagi Ibu saya untuk tetap nangkring manis di kamar saya dan menguasai keadaan.
Sekarang kalian jadi tahu bahwa saya korban disini! KORBAN!
*garuk-garuk tanah

KCK atau Kemilau Cinta Kamila. Dari judulnya saja kita bisa tahu bahwa pemeran utamanya adalah seorang perempuan bernama Kamila yang memiliki cinta berkemilau-milau *bahasa apa itu?*. Judul yang standar. Dapat dengan mudah ditebak, bukan? Saya tidak melihat unsur kreatif pada pemilihan judul sinetron tersebut. Dari segi alur cerita pun sangat mudah ditebak. Seluruh episode berisi linangan air mata dan ketika cerita hidup Kamila berubah bahagia, sinetron tersebut ditamatkan. Enggak sakit hati itu nontonnya? Setelah kita menonton beratus episode berisi cucuran air mata (terima kasih ingus tidak disertakan dalam pengambilan gambar), begitu dia senang, sinetron tersbeut ditamatkan oleh yang empunya cerita. Saya mah gondok banget!

Lagipula sangat jelas kurang kerjaan penulis skenarionya. Masa iya awalnya hanya bercerita tentang anak perempuannya yang tertukar, eh sekarang malah bapaknya pun ikut tertukar. Gimana ceritanya itu?
Oops…maaf, itu sinetron Putri Yang Ditukar Sak Bapak-Bapaknya yak?

Maklumi, otak saya sudah mau overload untuk kategori sinetron Indonesia. Ber-genre sama, plot sama, hanya dibedakan pemeran dan nama karakter. Bikin saya sering ling-lung sendiri.

Saya sangat-amat desperate dengan sinetron Indonesia. Teramat-sangat. Enggak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata. Saya speechless.
Maka, saya bertekad, suatu hari nanti, saya harus bisa membuat sinetron saya sendiri. Agar penikmat dan pecinta sinteron mempunyai variasi lain. Untuk mewujudkan mimpi mulia saya tersebut, saya sudah memiliki kerangka cerita di otak saya mengenai skenario sinteron arahan saya sendiri, Sutradara Desrian Harleni.
*nggak mantep tu?

Saya beri judul yang agak-agak mirip, KCK atau Kemilau Cinta Kamela.

Eits…jangan buru-buruh nge-judge saya plagiat! Kalian belum tahu, ini hanya strategi promosi. Karena singkatan KCK sudah melekat di benak dan sanubari Ibu-Ibu se Indonesia, maka ketika sinetron ini diluncurkan, pasti akan mendapat sambutan yang meriah. Akui saja saya jenius. Sudahlah, jangan malu-malu.

Tokoh utama dalam sinetron ini adalah Kamela.
Sudah saya bilang jangan buru-buru underestimate begitu. Kamela ini bukan perempuan. Dia laki-laki. Tulen. Lah, kenapa namanya Kamela? Izinkan saya menjelaskan kronologisnya.

Kamela, sebenarnya nama aslinya Mamat Suramat. Namun, ketika ia lahir, aktenya tertukar dengan anak perempuan Haji Pardin, penjual tahu di Pasar Impres. Maka, mau tidak mau, orang tuanya mesti mengikhlaskan nama anak laki-laki semata wayangnya menjadi Kamela. Sangat disayangkan, maksud saya, untuk anak perempuan Haji Pardin. Untuk menjaga cerita tetap pada sosok Kamela, maka saya memutuskan anak perempuan Haji Pardin bunuh diri di ulang tahunnya yang ke-15. Dia memelesetkan diri di atas kulit pisang saat ada perayaan 17-an di kampungnya. Ini sumpah saya lakukan agar Kamela tetap bisa menjadi tokoh utama. Karena nanti bisa-bisa judulnya juga ikut berubah menjadi KCM atau Kemilau Cinta Mamat. Repot kan saya?

Kamela tumbuh di bawah tekanan ekonomi dan sosial. Membuatnya menjadi sesosok lelaki yang kuat, tahan banting, dan tidak gampang jamuran (lah, kenapa jadinya kayak slogan semen?). Walaupun kerap diejek dan dihina karena namanya, Kamela ini seakan tidak peduli. Baginya, hidup ini adalah untuk keluarganya dan dia akan berjuang sekuat tenaga untuk membuat kedua orang tuanya bangga.

Cerita Kamela ini tidak akan secengeng cerita Kamila yang seluruh episodenya dihiasi dengan air mata dan ingus yang ditahan sekuat tenaga agar tidak keluar. Saya akan membuat sinetron ini layak ditonton oleh segala usia, segala golongan, dan pastinya halal (ini makanan atau sinetron?). Sinetron ini akan menjadi sinetron pertama di Indonesia yang menyorot kehidupan seorang lelaki yang mencoba berjuang dengan nama Kamela. Dan bagaimana ia menjalani hidupnya juga proses-proses untuk menjadi seorang lelaki matang yang layak untuk dicintai dan dikasihi.

Kematangannya ini akan dia peroleh selain dari pengalaman-pengalaman hidupnya, juga karena keseringan terjemur di bawah teriknya matahari. Mateng kejemur dong? Yah…kira-kira begitu. Saya sengaja begitukan agar proses kematangannya menjadi cepat sehingga para pemirsa tidak perlu menunggu hingga beratus episode untuk dapat meilhat Kamela menjadi sosok yang gagah berani dalam memperjuangkan cintanya.

Namun, saya belum mempunyai ide mengenai sosok perempuan yang pas untuk diperjuangkan oleh Kamela. Jangan anak perempuan Haji Pardin yang sengaja saya matikan karena terpeleset kulit pisang. Ini bukan sinetron horror loooh… Enggak enak juga kalo nanti jadinya cinta antar dua dunia. Bisa-bisa saya harus berkonsultasi dengan Ki Joko Bodo.

Kisah cinta Kamela akan sarat makna juga pelajaran yang dapat diambil. Saya bisa pastikan itu.
Tapi minus air mata. Kecuali kalau Kamela sedang belekan.

Yah, kira-kira begitulah garis besar cerita sinetron yang akan saya garap nantinya.
Apa kalian punya ide tambahan? Minimal mengenai tokoh utama wanitanya.
Silahkan kalian kirimkan ke email saya, harlenidesrian@gmail.com.
Saya sangat menantikan ide-ide brilian dari kalian.


 Posternya belum jadi. Kata tukang cetaknya semalem mati lampu. Harap maklum yak?
Saya pajang foto Mike Shinoda aja dulu ^^

0 komentar:

Posting Komentar